Di tengah persoalan suplai air, Pemkab Lombok Utara juga mendukung wacana pembentukan badan otoritas untuk mengelola kawasan 3 Gili. Badan tersebut diharapkan mempermudah proses perizinan dan tata kelola.

"Ya, sepanjang mempermudah. Kalau tidak mempermudah, kan susah kita. Kan semua kita coba-coba," ujar Najmul.

Selain itu, Pemkab Lombok Utara tengah memproses pembentukan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menjadi satu kecamatan.

"Sekarang ini rencana kita dari pemerintah kabupaten itu membuat tiga gili ini menjadi satu kecamatan dulu. Itu sudah sedang berjalan manunya, sedang berjalan regulasinya," jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Lombok Utara bersama Pemprov NTB memutuskan mengeluarkan diskresi agar PT TCN kembali mengalirkan air ke Gili Trawangan sembari menuntaskan perizinan dari pemerintah pusat.

"Kami minta keran airnya dibuka sembari PT TCN mendapat perizinan dari pusat. Jadi tidak ada opsi lain. Ini kan harus cepat. Karena kalau ada perusahaan lain kan lama lagi," kata Najmul usai rapat bersama Gubernur NTB, Senin sore (7/9/2026).