Grup ketiga menjadi bagian utama napak tilas sejarah Kuningan, yakni berupa seni dan budaya yang mempertontonkan perjalanan panjang daerah, mulai dari masa prasejarah, pengaruh Hindu-Buddha, perkembangan Islam, masa kolonial Belanda, perjuangan kemerdekaan dan Perundingan Linggarjati, hingga Kuningan pada era kemerdekaan dan modern.
Pada grup keempat diisi lembaga pendidikan, perguruan tinggi, rumah sakit, komunitas, pertunjukan sulap hingga pementasan musik. Sedangkan grup kelima menampilkan angklung Universitas Muhammadiyah Kuningan, Banser NU, Barakuda, komunitas senam, paguyuban delman, serta kendaraan kreatif.
Salah satu peserta karnaval yang mencuri perhatian adalah dari Universitas Kuningan di mana peserta memakai kaus putih bertuliskan Segala Zaman Harus Bersih dan Semua Unsur Harus Jujur. Di belakangnya tampak alat musik menyala sambil menyerukan tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Salah satu warga yang ikut menonton adalah Andri, siang itu di tengah teriknya panas sinar matahari, Andri bersama dengan teman-temannya tampak antusias menonton karnaval. Meski rela panas-panasan, bagi Andri hal itu tak masalah. Baginya acara karnaval tersebut tetap jadi tontonan yang menarik.