NADIKABAR.COM — Ketua DPW Partai NasDem Maluku Abdullah Vanath mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui pengembangan sektor pertanian di Maluku sesuai arahan Ketua Umum Surya Paloh.
Salah satu komoditas yang dibidik adalah tanaman aren. Abdullah menilai pengembangan tanaman aren dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Maluku.
Dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin, ia mengatakan NasDem Maluku akan mendorong pengembangan tersebut melalui organisasi sayap petani NasDem.
Tanaman aren, kata dia, dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa gula aren bubuk dan cair yang ditujukan untuk pasar ekspor.
"Ini adalah cita-cita saya sejak awal dan kita akan melakukan diversifikasi dari nira yang diproduksi melalui tanaman aren itu akan kita produksi gula aren dalam bentuk bubuk dan juga cair dan itu akan kita ekspor masuk pasar ekspor baik Eropa termasuk Eropa Timur dan juga wilayah-wilayah Arab," ucapnya.
Abdullah menilai pohon aren memiliki daya tahan terhadap musim kemarau karena akarnya dapat menembus tanah hingga kedalaman lebih dari 12 meter. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan secara lebih luas di Maluku.
Ia mencontohkan apabila setiap desa memiliki petani yang mengembangkan pohon aren, perputaran ekonomi dari produksi nira berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
"Maluku itu terdiri atas 1.200 desa. Pohon aren itu sudah kita hitung, minimal sehari itu dia bisa memproduksi nira 15 liter. Jika seseorang dia punya cukup tiga pohon saja dalam satu kampung dari 1.200 lebih desa di Maluku, maka produksinya setiap hari itu duitnya berputar dan diproyeksikan hampir mencapai setengah triliun rupiah," katanya.
Lebih lanjut, Abdullah menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Partai politik, sebut dia, juga dinilai perlu mengambil peran melalui program konkret yang menyentuh masyarakat.
"Saya yakin benar bahwa tugas memangkas kemiskinan rakyat Indonesia bukanlah tanggung jawab pemerintah saja. Semua organisasi termasuk organisasi-organisasi politik harus bertanggung jawab untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia," ujar Abdullah.
Abdullah mengatakan pengembangan sektor pertanian dan nelayan menjadi bagian dari strategi NasDem Maluku dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi.
"Jika para petani dan nelayan itu bisa kita sejahterakan melalui beberapa langkah-langkah konkret yang bisa kita terapkan, maka itu sama saja dengan mengubah kemiskinan di Maluku ini menjadi lebih baik," kata dia.