Ketua DPD Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat, Tuti Yasin, menegaskan target 50 persen tersebut bukan sekadar mengejar jumlah perempuan dalam daftar calon legislatif.
Garnita, kata dia, juga akan berupaya melakukan penyaringan terhadap calon-calon perempuan yang dinilai memiliki kapasitas untuk diperjuangkan hingga ke parlemen.
"Target kita untuk pemilu berikutnya bukan hanya 30% kuota perempuan dan bukan hanya menjadi pelengkap saja, ke depannya mudah-mudahan Garnita ini dengan sudah dilantiknya itu kita bisa memilih-memilih, memfilter mana-mana aleg-aleg yang memang bisa kita dudukkan," kata Tuti.
Menurutnya, keberhasilan keterwakilan perempuan tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak perempuan yang akhirnya masuk ke parlemen. Yang lebih penting adalah seberapa banyak perempuan yang berhasil dihantarkan hingga menduduki kursi legislatif.
"Jadi tadi saya juga sudah sampaikan kita tidak mau hanya menghitung berapa perempuan yang sudah masuk ke parlemen tapi kita berapa banyak perempuan yang bisa kita hantarkan ke sana," ujarnya.