NADIKABAR.COM — Polemik panjang sengketa lahan yang membayangi SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, akhirnya menemui babak baru. Pemerintah Kota Bandung resmi merelokasi sebanyak 945 siswa ke SDN 148 Cibaduyut demi menjamin kelangsungan proses belajar-mengajar yang selama bertahun-tahun terganggu akibat ancaman sengketa dan aksi penggembokan sekolah oleh pihak ahli waris.

Pemindahan tempat belajar tersebut dipimpin langsung secara simbolis oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Selasa (8/9/2026). Ratusan siswa berjalan bersama dari kantor Kelurahan Cibaduyut menuju gedung SDN 148 Cibaduyut untuk memulai aktivitas sekolah pada sesi siang hari.

"Kemarin sebagian sudah dipindahkan, dan hari ini akan di-abringkeun kabeh mulai jam 12 siang, dan pendidikan sesi dua itu mulai jam 12.30," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Selasa (8/9/2026).

Farhan menegaskan, meski para siswa kini telah berpindah tempat belajar, gedung lama SDN 026 Bojongloa tidak serta-merta dikosongkan secara total. Pemkot Bandung masih menempatkan petugas untuk menjaga aset sembari menunggu putusan eksekusi resmi dari pengadilan.

"Enggak dikosongkan. Kita kan menunggu perintah dari pengadilan untuk mengeluarkan surat perintah kepada Pemerintah Kota Bandung untuk menyerahkan, jadi surat perintah eksekusinya masih kita tunggu," ucapnya.

"Selama belum ada eksekusi, kami tetap di sana. Ada yang menjaga aset-aset di sana," tambahnya.

Langkah relokasi ini diambil sebagai bentuk perlindungan pemerintah agar para murid terbebas dari intimidasi dan gangguan psikologis di lingkungan sekolah lama.

"Kami ingi menghindari jangan sampai ada lagi teror-teror yang dilakukan dengan penggembokan seperti itu. Itu kan teror. Kasihan anak-anaknya. Kita pasang badan untuk memastikan hak pendidikan anak-anak," pungkasnya.

Farhan menambahkan, penampungan di SDN 148 Cibaduyut bersifat sementara sembari menunggu penyelesaian pembangunan gedung permanen yang baru untuk SDN 026 Bojongloa.

"Alhamdulillah, sebetulnya dari kemarin (relokasi sudah dilakukan). Tapi hari ini kita resmi sudah memastikan bahwa anak-anak SD Negeri 026 Cibaduyut itu sedang dalam proses untuk pemindahan, maka sekarang sudah selesai pemindahannya, dari tanah yang lama untuk sementara ditampung dulu di SDN 148 Cibaduyut," ujarnya.

Skema belajar kini dibagi menjadi dua giliran: siswa SDN 148 belajar di pagi hari, sedangkan siswa SDN 026 Bojongloa masuk pada siang hari.

"Rencananya kita sambil nunggu proses pembangunan SD 026. Mudah-mudahan di awal tahun nanti sudah bisa dievakulasi ke sekolah baru," ungkapnya.

Guna menjaga kenyamanan dan kesehatan mental anak-anak usai berpindah gedung, pihak sekolah turut menyiagakan tenaga pendidik untuk melakukan pengawasan berkala.

"Insyaallah itu mah akan dilaksanakan pemantauan, tapi kita akan memanfaatkan. Artinya keberadaan guru bimbingan dan konseling yang akan mengawasi anak-anak dan melakukan asesmen," pungkasnya.