"Laut Hitam adalah zona tempur; kami menyerang kapal-kapal militer dan kapal pengangkut kargo militer, dan kami hampir tidak pernah melakukan kesalahan. Selama rangkaian peristiwa ini, mereka (Ukraina) telah melumpuhkan lebih dari 100 kapal kami. Nah, kami mulai membalas, dan kini kami dihujani berbagai seruan dari segala arah yang meminta: 'Oh, tolong hentikan tindakan itu'," ujar Putin.
"Hal serupa terjadi pada kilang minyak kami; mereka (Ukraina) secara terbuka menyatakan tujuan mereka adalah merusak perekonomian kami. Apakah mereka berhasil? Sebagian-menurut perkiraan kami, kami kehilangan sekitar satu persen dari PDB kami. Dan hal itu dilakukan dengan sengaja-bagaimanapun juga, itu adalah target-target sipil. Nah, mereka pun mendapat balasan yang setimpal," tambah Putin.
Meski dalam beberapa pekan terakhir mengisyaratkan tidak berniat mundur dari perang di Ukraina, Putin juga menyatakan bahwa ia lebih memilih agar konflik tersebut berakhir melalui perundingan.
Menjelang pemilihan umum, Putin sempat mengatakan bahwa hasilnya akan menunjukkan rakyat Rusia bersatu mendukung militer beserta tujuannya.
Sebagai tanda lebih lanjut bahwa Putin tidak berencana mengendurkan operasi di Ukraina, dokumen anggaran yang ditinjau oleh Reuters menunjukkan bahwa Rusia berencana mengalokasikan dana sebesar USD 205,112 miliar untuk sektor pertahanan pada tahun 2027. Angka ini sekitar 27 persen lebih tinggi dari anggaran awal dan merupakan tingkat tertinggi sejak invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.