NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio memerintahkan delegasi Iran, yang berada di AS guna menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, untuk segera meninggalkan negara tersebut. Perintah ini disampaikan Rubio setelah negosiasi diplomatik kedua negara menemui jalan buntu.

Delegasi Iran yang diperintahkan segera pergi dari AS itu mencakup Menlu Abbas Araghchi, yang beberapa waktu terakhir melakukan perundingan tidak langsung dengan para pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Perintah Rubio itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, Kamis (1/10/2026), diungkapkan oleh media AS, Axios, yang mengutip seorang pejabat Washington, yang enggan disebut namanya, dan sumber kedua yang mengetahui persoalan tersebut.

Laporan Axios menyebutkan bahwa misi diplomatik AS untuk PBB telah memberitahu misi diplomatik Iran untuk PBB, pada Senin (28/9) malam waktu AS, mengenai perintah Rubio agar delegasi AS, termasuk Araghchi, segera meninggalkan New York.

"Menteri Rubio mengusir delegasi Iran yang telah melebihi masa tinggal yang diizinkan. Sidang Majelis Umum PBB telah usai, jadi sudah saatnya mereka pergi," ucap pejabat AS itu," tutur pejabat AS yang dikutip Axios dalam laporannya.

Delegasi Iran, sebut pejabat AS itu, telah meninggalkan New York dan menaiki penerbangan menuju Doha, Qatar, pada Selasa (29/9) dini hari, pukul 01.20 waktu setempat.

Sumber kedua yang dikutip Axios menyebutkan bahwa Araghchi sebenarnya dijadwalkan untuk pulang ke Teheran pada Senin (28/9) malam.

Menurut laporan tersebut, Gedung Putih sempat memperkirakan adanya kemungkinan kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin (28/9) pagi waktu setempat. Namun menjelang sore hari, menjadi jelas bahwa negosiasi tersebut menemui jalan buntu.

Laporan tersebut menekankan bahwa meskipun delegasi Iran sebenarnya telah dijadwalkan terbang meninggalkan New York, perintah Rubio itu dipandang sebagai teguran diplomatik yang sangat tidak biasa dan mencerminkan ketegangan antara kedua negara.

Qatar sebagai mediator, menurut laporan yang mengutip sumber-sumber regional, terus melakukan pembicaraan dengan kedua negara mengenai usulan-usulan yang ditawarkan demi mengakhiri konflik.