Menurut laporan tersebut, Gedung Putih sempat memperkirakan adanya kemungkinan kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin (28/9) pagi waktu setempat. Namun menjelang sore hari, menjadi jelas bahwa negosiasi tersebut menemui jalan buntu.
Laporan tersebut menekankan bahwa meskipun delegasi Iran sebenarnya telah dijadwalkan terbang meninggalkan New York, perintah Rubio itu dipandang sebagai teguran diplomatik yang sangat tidak biasa dan mencerminkan ketegangan antara kedua negara.
Qatar sebagai mediator, menurut laporan yang mengutip sumber-sumber regional, terus melakukan pembicaraan dengan kedua negara mengenai usulan-usulan yang ditawarkan demi mengakhiri konflik.