NADIKABAR.COM — Liburan berujung maut, itulah yang dialami oleh turis ini. Niatnya memperbesar alat kelamin di Negeri Gajah Putih, namun berakhir tewas.
Igho Ubiribo (43), seorang turis Inggris yang liburan ke Bangkok bersama istrinya, Daniella Simba Allen pada bulan Maret. Ubiribo kemudian menjalani prosedur suntikan pembesaran alat kelamin alias filler di sebuah klinik, lapor Bangkok Post seperti dikutip Minggu (13/9/2026).
Setelah prosedur tersebut, Ubiribo dan pasangannya pergi untuk menikmati layanan pijat. Ia kemudian mengalami nyeri dada dan sempat kehilangan kesadaran dua kali sebelum dilarikan dengan ambulans ke Rumah Sakit Sukhumvit di Bangkok.
Dokter mencurigai adanya emboli paru dan merencanakan pemeriksaan CT scan untuk memastikan diagnosis tersebut. Namun, Ubiribo kehilangan kesadaran sebelum pemeriksaan tersebut dapat dilakukan.
Tim medis melakukan tindakan CPR selama lebih dari 100 menit, namun nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dunia pada dini hari tanggal 6 Maret.
Setelah diselidiki, prosedur pembesaran alat kelamin yang dijalaninya melibatkan asam hialuronat dan lidokain yang menyebabkan emboli paru.
Emboli paru terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat, biasanya oleh gumpalan darah atau zat lain yang terbawa aliran darah menuju paru-paru. Sumbatan ini dapat menghambat aliran darah dan membahayakan nyawa.
Asam hialuronat umum digunakan dalam prosedur filler suntik untuk pembesaran penis. Biaya prosedur semacam itu bisa mencapai USD 9.000 (Rp 158 juta), dengan hasil yang biasanya bertahan tim redaksi enam hingga sembilan bulan, menurut New York Post.
Identitas klinik tempat Ubiribo menjalani prosedur tersebut belum diungkapkan.