"Kebutuhan nelayan ini mendesak skala prioritas, termasuk kelangkaan solar akibat pengurangan kuota. Dari 320 KL solar dikurangi jadi 240 KL, ada pemotongan 80 KL. Kita sempat ke DPR RI minta dikembalikan ke kuota awal, bukan minta nambah," beber Dede Ola.

Ironisnya, kata dia, setelah pertemuan tersebut kuota solar justru kembali disusutkan. Hal ini kian mencekik operasional nelayan yang bersiap menyongsong musim timur atau kemarau.

"Setelah audiensi malah dikurangi lagi jadi 230 KL. Dulu saja dengan kuota normal masih kekurangan, apalagi dikurangi pas musim ikan begini, dobel kekurangannya. Alih-alih ditambah, malah terus dipangkas. Arah perhatiannya terlihat lebih ke program ego sendiri ketimbang kebutuhan masyarakat," pungkasnya.