Anggota Komisi IX DPR RI itu menilai kedekatan dengan lingkaran kekuasaan kerap membuat parpol terlena dan abadi ada dinamika persoalan rakyat di bawah.

Oleh karena itu, reorientasi perjuangan menjadi agenda krusial agar orientasi partai tidak melenceng menjadi sekedar perubahan kursi legislatif, jabatan, maupun akses kekuasaan semata.

Lebih lanjut, Neng Eem mendorong para kader untuk merefleksikan kembali nilai-nilai keislaman dan perjuangan politik yang berpihak pada kaum tertindas, dengan menjadikan pemikiran tokoh bangsa seperti H.O.S Tjokroaminoto dan Ali Syari'ati sebagai cerminan membangun kesadaran kritis terhadap ketidakadilan sosial.

Bagi PKB, kata dia, reorientasi perjuangan menjadi penting agar partai tidak terjebak dalam pragmatisme politik, apatis terhadap ketimpangan sosial, maupun sekedar menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir.