Negara tujuan utama ekspor nonmigas terbesar selama periode ini, lanjut Ari, dipimpin oleh Amerika Serikat senilai 5,28 miliar dolar AS, disusul oleh Filipina sebesar 2,64 miliar dolar AS, serta Jepang senilai 2,20 miliar dolar AS.
Di sisi lain, total nilai impor kumulatif Jawa Barat pada periode Januari hingga September 2026, lanjut dia, tercatat sebesar 9,13 miliar dolar AS, atau terkoreksi tipis turun 1,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Struktur impor didominasi oleh golongan bahan baku/penolong yang mencakup porsi 80,39 persen dari total impor, diikuti barang modal 10,28 persen, serta barang konsumsi 9,33 persen.