"Negara asal impor nonmigas terbesar didominasi dari Tiongkok senilai 3,66 miliar dolar AS, Jepang senilai 1,03 miliar dolar AS, dan Korea Selatan sebesar 998,58 juta dolar AS," ucapnya.
Ari mengungkap, bahwa selisih positif antara ekspor dan impor tersebut menghasilkan surplus neraca dagang yang sangat positif bagi Jabar.
"Dengan demikian neraca perdagangan Jawa Barat secara kumulatif membukukan surplus sebesar 22,088 miliar dolar AS. Kita surplus terbesar dengan negara seperti Amerika Serikat, Vietnam, dan Filipina," tutur Ari.