“Pendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami melihat fee-based income menjadi penopang penting untuk menjaga pertumbuhan laba. Semakin aktif nasabah bertransaksi, semakin besar pendapatan berulang yang bisa kami bangun. Karena itu, kami terus memperkuat layanan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan transaksi nasabah. Di saat yang sama, operasional kami juga semakin efisien. Kombinasi ini yang terus kami perkuat agar pertumbuhan laba tetap terjaga,” ujar Novita.
Peningkatan produktivitas tersebut turut tercermin pada cost to income ratio (CIR) bank only yang membaik menjadi 36,1 persen, dari 43 persen setahun sebelumnya. Sementara itu, return on equity (ROE) mencapai 23,6 persen dan return on assets (ROA) sebesar 2,99 persen.
Sejalan dengan penguatan profitabilitas, Danis menjelaskan, kualitas aset tetap menjadi perhatian dalam setiap ekspansi kredit. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto bank only membaik menjadi 0,98 persen per September 2026, dari 1,03 persen setahun sebelumnya.
Ketahanan portofolio juga didukung NPL coverage ratio bank only sebesar 243 persen, dengan cost of credit sebesar 0,55 persen. Pada saat yang sama, rasio kredit dalam perhatian khusus (special mention loan/SML) bank only turun menjadi 2,88 persen, dari 3,35 persen setahun sebelumnya. Pada segmen korporasi, NPL tercatat 0,30 persen, sementara NPL kredit ekosistem turunan berada pada 0,90 persen.
“Pertumbuhan kredit perlu disertai penilaian risiko dan pemantauan kualitas aset yang disiplin. Dengan pengelolaan tersebut, kami menjaga kualitas portofolio agar Bank Mandiri dapat terus mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha,” ujar Danis. Pertumbuhan bisnis tersebut turut didukung permodalan yang terjaga, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank only sebesar 18,4 persen per September 2026. Posisi ini memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk melanjutkan pengembangan bisnis dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat pertumbuhan bisnis melalui perluasan pembiayaan berbasis ekosistem, peningkatan transaksi nasabah, serta pengembangan layanan digital dan bullion. Langkah tersebut dijalankan dengan tetap menjaga kualitas aset, efisiensi, dan kecukupan modal agar pertumbuhan bisnis dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional.
“Fokus kami bukan hanya menjaga pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan setiap ekspansi memberikan nilai tambah bagi nasabah, pelaku usaha, dan pemegang saham. Dengan fundamental keuangan yang sehat serta layanan yang semakin terintegrasi, kami optimistis Bank Mandiri dapat terus mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat,” tutup Novita.