Salah seorang warga terdampak, Winda, mengatakan ledakan tersebut terjadi pada pagi hari saat dia solat subuh. Winda mengaku cukup syok saat terjadi ledakan.
"Saya buru-buru aja tuh nyelamatin diri, nah pas kejadian rumah itu yang kena ledakan belum runtuh, pas udah jauh baru rumah itu ancur," kata Winda.
Diketahui rumah Winda mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan rumah dan bagian di lantai 2 rumahnya. Dia mengatakan keluarganya masih sempat menyelamatkan diri usai kejadian ledakan tersebut.
Sementara itu warga lain, Robi, mengatakan rumahnya saat ini tertutup oleh garis polisi. Dia mengatakan rumahnya terdampak pada bagian atas rumahnya.
"Anak saya juga kena pas di atas, nah pas kejadian nyelamatin diri aja langsung," kata Robi.
Dia juga mengatakan sempat ada api yang muncul di lantai atasnya, hingga menyebabkan sebagian rumah rusak di lantai atas.
Delapan orang dilaporkan terluka akibat ledakan hingga tertimpa bangunan yang runtuh. Para korban mengalami luka lecet, patah tulang hidung, hingga luka bakar.
Seorang warga, Bambang Irawan (39), mengatakan tertimpa puing reruntuhan rumahnya setelah terjadi ledakan. Dia dan keluarganya terluka akibat peristiwa itu.
"Kondisinya anak pertama saya kakinya tertimpa reruntuhan puing, dan saya juga tertimpa. Istri saya kepalanya. Pokoknya udah tahu-tahu udah gelap. Kita udah nggak bisa ngapa-ngapain," kata Bambang saat ditemui di lokasi, Jumat (6/11).
Dia mengaku sempat dirawat 3 hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Dia sempat menunjukkan luka di kakinya akibat tertimpa puing bangunan rumah.
Warga lain, Suratmi (59), mengatakan anak dan cucunya sempat dirawat di RS karena terkena runtuhan puing. Rumah Suratmi juga rusak terkena ledakan gas.