"Yang dirawat itu malah cucu saya, sama anak eh ibunya. Ibunya kena jahitan 9," kata Suratmi.

Ledakan gas itu terjadi di rumah warga bernama Sauti. Suratmi mengatakan tetangganya itu mengalami luka bakar cukup parah.

"Yang korban yang gasnya meledak itu dia belum pulang, kondisinya kulitnya ngelupas," ucapnya.

Dia mengatakan ada juga warga yang dirawat di RS lain, seperti di RS Pelni dan RS di Cempaka Putih. Dia mengatakan ada korban yang mengalami patah tulang hidung dan masih dirawat di RS.

Warga menduga ledakan itu dipicu kebocoran tabung gas. Bambang Irawan mengatakan ledakan bermula dari satu tabung elpiji yang bocor tapi tetap ditaruh dalam rumah. Diduga gas tersebut memenuhi ruangan hingga kemudian terjadi ledakan ketika ada percikan api.

"Jadi bocor. Kemarin katanya kan ada dua gas. Satu bocor. Itu bocor, dicopot dong. Nah, masih bocor tuh, dimasukin ke air. Terus ada satu gas lagi dipasang di situ. Nah, baru diceklekin, otomatis langsung meledak." kata Bambang.

Bambang dan keluarganya yang juga tinggal di lingkungan tersebut turut menjadi korban. Dia mengatakan ledakan gas tersebut bermula saat ibu pemilik rumah, yaitu Sayuti, yang hendak menyalakan kompor. Sepuluh rumah di lingkungan tersebut pun rusak cukup parah karena ledakan yang cukup kuat.

Sementara itu, Winda mengatakan saat ledakan terjadi, dia masih tidur di ruang tamu yang bersebelahan dengan rumah Sayuti, yang menjadi titik ledakan. Di tengah kepanikan, Winda bahkan nekat menyelamatkan tas berisi uang meski sempat dilarang suaminya.

"Saya pagi-pagi lari, terus kata suami saya 'nggak boleh, lu jangan ngambil'. Lah saya bilang 'entar saya gimana kalau nggak ada duit?'. Saya masih nekat aja saya ngambil," katanya.

Rumah yang menjadi sumber ledakan tersebut diketahui masih utuh. Namun, setelah Winda menjauh dari lokasi, rumah itu ambruk dan terdengar suara seperti bom.

"Saya langsung lari aja keluar. Pas saya keluar, ini rumahnya masih utuh lho. Saya lari ke sono, belum lari jauh, bruk. Kalau saya nunggu di sini mah saya udah ikut bawa itu. Jadi saya keluar lari ke sono, baru tuh rumah brug, gitu. Kayak bom," ujar Winda.