"Kita menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza, dan kita tidak akan berhenti, karena kita terus melenyapkan para teroris yang mengancam kita, hari demi hari," ucap PM Israel tersebut.
Israel terus menggempur Jalur Gaza dan pasukan Tel Aviv semakin bergerak masuk, meskipun ada gencatan senjata yang dimediasi AS. Mereka bersikeras harus melenyapkan ancaman dari Hamas.
Seruan internasional untuk segera beralih ke tahap berikutnya dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump, tidak menghentikan Israel untuk menargetkan warga Palestina di Jalur Gaza yang mereka sebut sebagai militan.
Netanyahu yang menghadapi pemilu sengit pada Oktober mendatang, bulan lalu menolak usulan untuk melangkah ke tahap berikutnya dari rencana perdamaian tersebut, setelah Hamas menyatakan kesediaan untuk menyerahkan persenjataan.