NADIKABAR.COM — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim telah memperingatkan pemerintah Inggris mengenai rencana serangan Iran terhadap pangkalan udara yang digunakan militer Amerika Serikat (AS) di Inggris. Netanyahu menyebut telah menyerahkan informasi intelijen kepada Inggris terkait dugaan rencana tersebut.
Dilansir AFP, Kamis (1/20/2026), PM Inggris Andy Burnham mengatakan bahwa terdapat indikasi kuat keterlibatan Iran dalam aktivitas mencurigakan di dekat pangkalan udara Fairford, yang digunakan oleh pasukan AS dalam perang melawan Iran.
Pernyataan tersebut mendorong Iran untuk memanggil duta besar Inggris untuk Teheran, Hugo Shorter, menurut kantor berita resmi Iran, IRNA.
Wakil kementerian luar negeri Iran mengecam tuduhan tak berdasar pemerintah Inggris dan mengutuk negara tersebut karena menyediakan pangkalan sertafasilitas militer di bawah yurisdiksinya untuk perencanaan dan pelaksanaan agresi militer AS-Israel terhadap Iran.
Netanyahu, saat berbicara kepada Fox News, mengatakan bahwa Israel memberikan informasi intelijen kepada Inggris mengenai rencana serangan tersebut sesaat sebelum pemerintahan Burnham mengumumkan sanksi pada 8 September terhadap produk-produk dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
"Anda ingin tahu betapa tidak masuk akalnya situasi di sana, dan sejauh mana propaganda anti-Israel telah berkembang?" ujar Netanyahu kepada Sean Hannity, pembawa acara berhaluan konservatif di jaringan televisi AS tersebut.
"Kami memberikan informasi intelijen kepada pihak Inggris bahwa akan ada serangan, dan itu adalah serangan yang disponsori Iran. Namun, hampir keesokan harinya, mereka justru menjatuhkan sanksi kepada kami," katanya.
Netanyahu telah menghabiskan waktu berpuluh-puluh tahun untuk memperingatkan tentang ancaman dari negara Iran, meskipun terkadang ia menghadapi sikap skeptis dari pihak lain.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat menyinggung kemungkinan peran Iran dalam insiden tersebut, di mana seorang warga melaporkan adanya pria-pria bertopeng di dekat mobil van yang menuju pangkalan udara Fairford.
Sejak menjabat pada akhir Juli, Burnham mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Israel, dengan mengatakan bahwa pendahulunya tidak bertindak cukup jauh.
Burnham memberlakukan sanksi tersebut menyusul serangkaian kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel di Tepi Barat terhadap warga Palestina, yang mencakup serangan fisik dan aksi vandalisme yang terjadi hampir setiap hari.
Menteri Luar Negeri Ed Miliband menyebut kekerasan tersebut, yang terjadi di tengah upaya Netanyahu mempromosikan pembangunan permukiman baru, sebagai pembersihan etnis. Terdapat pula serangan terhadap warga Israel, di mana seorang warga Palestina menembak mati seorang pemukim pada bulan September.