Sebuah video dari dalam pesawat yang diunggah ulang oleh pengguna media sosial Israel, seorang penumpang dengan darah yang mengucur karena luka terbuka di kepalanya memohon bantuan dan mengatakan pesawat sedang turun menuju Arab Saudi, negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
"Kami sedang mengalami serangan di dalam pesawat. Kami baru saja melumpuhkan teroris tersebut dan bersiap untuk mendarat," ujar pria itu dalam bahasa Ibrani.
"Siapa pun yang mendengar saya, kami butuh bantuan. Kami akan mendarat di Tabuk, yang tampaknya berada di Arab Saudi. Sebuah wilayah yang asing. Semua penumpang selamat dan baik-baik saja, kecuali pilot. Kami butuh bantuan," kata pria tersebut.
Ibu Ohayon, Yasmin Abukasis, mengatakan putrinya menaiki penerbangan tersebut untuk menghadiri upacara peringatan bagi saudaranya yang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
"(Putri saya) mengira mereka akan mati," ujar Abukasis kepada AFP, seraya menambahkan bahwa seorang wanita sempat "pergi ke arah (kokpit) dan melihat banyak darah". Dia mengatakan ada dua pilot lain di dalam pesawat yang mengambil alih kendali dan mengalihkan penerbangan ke Arab Saudi.