NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyerang sejumlah negara dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Akhirnya sejumlah delegasi memutuskan walk out saat Netanyahu berpidato.
Dilansir AFP, Jumat (25/9/2026), tampak sejumlah utusan negara keluar dari ruang sidang, sementara sebagian lainnya terdengar mencemooh dan meneriakkan ejekan. Tim Netanyahu yang berada di dalam ruangan justru berdiri dan bertepuk tangan. Ketua sidang kemudian meminta agar situasi kembali tertib.
"Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi," kata Netanyahu kepada para delegasi yang meninggalkan ruang sidang.
Pidato tersebut disampaikan Netanyahu ketika dirinya tengah menghadapi pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Ia kemudian menggunakan panggung PBB untuk menyerang sejumlah pihak yang selama ini mengkritik kebijakan Israel.
Salah satu yang menjadi sasaran Netanyahu adalah Mamdani, wali kota New York yang merupakan politikus Muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut.
Netanyahu menyebut Mamdani sebagai sosok "antisemit" dan menuding banyak warga Yahudi merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih menjadi wali kota.
"Sejak Anda terpilih sebagai wali kota kota ini, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman," ujar Netanyahu.
Mamdani sebelumnya memang mengkritik keras Netanyahu dan sempat menyatakan akan mengeksekusi surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika memiliki kewenangan. Namun, Mamdani kemudian mengakui dirinya tidak mempunyai kewenangan tersebut.