Netanyahu mengatakan perang antara Israel dan Iran yang melibatkan Amerika Serikat selama hampir tujuh bulan telah menghambat kemampuan Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir.
"Saya bersumpah untuk mencegah diktator pembunuh Iran mengembangkan bom atom, senjata nuklir yang ditujukan untuk menghancurkan Israel, senjata nuklir yang dapat mengancam seluruh dunia," ujarnya.
Netanyahu juga menyatakan kejatuhan kepemimpinan Iran sudah semakin dekat. Saat Netanyahu berpidato, kursi delegasi Iran di ruang sidang terlihat menampilkan foto mantan komandan Pasukan Quds, Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat pada 2020.
Namun, pemerintahan Iran masih mempertahankan kendali dan terus menentang tekanan Amerika Serikat, termasuk dengan secara efektif menghambat pelayaran melalui Selat Hormuz.
Dalam pidatonya, Netanyahu bahkan membawa sebuah perangkat pager ke atas podium.
Pager tersebut merujuk pada serangkaian ledakan perangkat komunikasi yang digunakan oleh anggota kelompok Hizbullah di Lebanon pada 2024. Operasi tersebut secara luas dikaitkan dengan Israel.
Ledakan pager tersebut menyebabkan sejumlah anggota Hizbullah tewas atau terluka. Sejumlah warga sipil juga ikut menjadi korban.
Netanyahu kemudian menyerang Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Ia menuding Ankara mendukung kelompok Hamas dan menyebut Erdogan sebagai seorang "tiran".