Tuduhan itu menuduh partai-partai Arab Israel menerima dana dari Qatar untuk "membeli suara". Joint List dan Ra'am telah membantah tuduhan tersebut. Bantahan juga disampaikan oleh otoritas Qatar. Sedangkan Eisenkot dari kubu oposisi menuduh Netanyahu berupaya "mendelegitimasi" hasil pemilu.
Dalam pernyataan pada Jumat (30/10) pagi, CEC tanpa menyinggung langsung soal tuduhan terhadap partai-partai Arab Israel, menepis klaim soal kecurangan pemilu, di tengah tuduhan adanya pendanaan asing untuk mempengaruhi pemungutan suara.
"Laporan yang beredar sepanjang hari ini sama sekali tidak berdasar," tegas Pelaksana Tugas Direktur CEC, Dean Livne.
Hasil akhir pemilu akan secara resmi diserahkan kepada Presiden Israel Isaac Herzog pada Rabu (4/11) pekan depan. Selanjutnya, Herzog akan melakukan konsultasi dengan para pemimpin partai sebelum menugaskan salah satu dari mereka untuk membentuk pemerintahan.
Tidak adanya mayoritas mutlak dalam parlemen mengisyaratkan negosiasi koalisi yang mungkin berlangsung alot dan bisa memakan waktu berminggu-minggu.
Jika tidak ada pemerintahan baru yang dapat dibentuk, maka Israel berpotensi menghadapi pemilu baru, seperti yang terjadi beberapa kali di masa lalu.