NADIKABAR.COM — PT NexAl Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menargetkan adanya penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Target penambahan modal tersebut mencapai Rp 2,54 triliun yang bakal digunakan untuk mengembangkan layanan pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence data center).

Dalam aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp 8.880, dengan rasio setiap 100 saham lama berhak atas 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). PT Nextier Datamate Center (NDC) selaku pemegang saham utama Perseroan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya senilai Rp1,65 triliun.

"Dana yang kami himpun melalui rights issue ini akan langsung mendukung pembangunan Al data center yang dirancang untuk standar tier III, sejalan dengan arah bisnis baru yang telah disetujui pemegang saham. Ini adalah langkah konkret bagi kami untuk merealisasikan visi transformasi Perseroan. Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan hosting chip Al dengan teknologi terbaru yang tersedia di industri saat ini," ujar Presiden Direktur NexAl Ahmad Zulfikar dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).