NADIKABAR.COM β€” Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan menilai keberhasilan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) perlu diukur dari kemampuannya memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi transaksi, serta memastikan nilai ekspor tercatat secara akurat.

Ia mengingatkan supaya DSI tetap fokus pada tujuan pembentukannya, yaitu menekan kebocoran ekspor dan memperkuat pengawasan perdagangan komoditas Sumber Daya Alam (SDA).

"Keberhasilan DSI harus diukur dari kemampuannya memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi transaksi, dan memastikan nilai ekspor tercatat secara akurat,” ujar Herry sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Adapun, cakupan komoditas DSI saat ini meliputi batu bara, minyak sawit, dan ferro alloy.

Herry menyebut bahwa nilai perdagangan ketiga komoditas tersebut besar, sehingga butuh sistem yang mampu mengidentifikasi penyimpangan transaksi ekspor.

Menurutnya, DSI harus menjadi instrumen penguatan tata kelola ekspor, bukan sekadar entitas bisnis baru, yang mana orientasi bisnis yang terlalu dominan berisiko menggeser tujuan awalnya.

β€œJangan sampai DSI sibuk membangun diri sebagai perusahaan eksportir, sementara kebocoran dan lemahnya pengawasan transaksi tidak selesai. DSI perlu fokus pada penegakan tata kelola ekspor, bukan berlomba menjadi pelaku usaha di pasar internasional,” ujar Herry.

Herry mengatakan bahwa ekspor satu pintu perlu diikuti sistem pengawasan yang terintegrasi, yang mana DSI harus menghubungkan data transaksi ekspor, nilai penjualan, volume komoditas, dan harga pasar internasional.

Dengan demikian, Ia menyebut anomali harga dan volume, termasuk indikasi under-invoicing dan transfer pricing yang mengurangi penerimaan negara, dapat terdeteksi.