Beberapa siswa sudah kembali ke ruang kelas, tetapi yang lainnya tetap melanjutkan aksi di luar sekolah menjelang demonstrasi yang diperkirakan akan berlangsung lebih besar.
Gelombang protes ini pecah beberapa bulan menjelang pemilu 2027 yang akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron. Pemerintah berusaha menanggapi keluhan para siswa tersebut, seraya menuduh kelompok aktivis radikal telah memanfaatkan gerakan protes ini.
Organisasi non-pemerintah, French Human Rights League (LDH) menuding aparat keamanan menggunakan tindakan yang berlebihan terhadap para demonstran, yang sebagian besar masih di bawah umur secara hukum.