Salah satunya karena lokasi kejadian berdekatan dengan Gunung Kazbek, sebuah gunung api dorman. Aktivitas panas bumi serta emisi gas belerang (fumarol) diduga meningkatkan suhu di dasar gletser, mencairkan lapisan es bawah, dan mengumpulkan kantong-kantong air dalam jumlah besar.

Selain itu, dua gempa bumi kecil yang terjadi beberapa bulan sebelum bencana diperkirakan memperlemah ikatan gletser gantung di dinding gunung.

Peristiwa ini disimpulkan sebagai keruntuhan gletser berskala sangat besar (planetary scale). Bencana ini bukan sekadar pergeseran gletser musiman (glacier surge).