NADIKABAR.COM — Puasa Daud adalah amalan sunnah yang dilakukan Nabi Daud AS semasa hidupnya. Rasulullah SAW pernah mengatakan puasa tersebut adalah sebaik-baiknya puasa sunnah.
Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW:
"Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Nabi Daud AS dan ini adalah puasa yang paling afdal. Lalu aku (Abdullah bin Amru radhiallahu 'anhu) berkata, sesungguhnya aku mampu untuk tidak puasa lebih dari itu, maka Nabi SAW berkata, "Tidak ada puasa yang lebih afdal dari itu." (HR Bukhari)
Diterangkan dalam buku Usir Gelisah dengan Ibadah susunan Ustaz Syauqi Abdillah Zein, puasa Daud disebut berat karena dilakukan secara berkelanjutan atau terus-menerus. Cara pengerjaannya yaitu puasa selang-seling, satu hari puasa, satu hari tidak, kemudian puasa lagi.
Turut dijelaskan dalam buku Dahsyatnya Puasa Daud oleh Rifai Rifan, penamaan puasa Daud berasal dari nama Nabi Daud AS. Sebab, beliau mengerjakan puasa ini untuk menyempurnakan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Berikut bacaan niat puasa Nabi Daud AS yang dinukil dari buku Kedahsyatan Puasa karya M Syukron Maksum.
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma daawuda sunnatal lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala."
Puasa Daud termasuk puasa sunnah. Menurut kitab Al-Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah tulisan Syaikh Abdurrahman Al Juzairi terjemahan Arif Munandar, niat puasa sunnah dapat dibaca sejak terbenamnya matahari hingga fajar menyingsing.
Dengan begitu, niat puasa Daud dapat dibaca pada pagi atau siang hari sepanjang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum. Dalam buku Maqaashidul Mukallafin: An Niyyat fil Ibadaat karya Umar Sulaiman Al-Asyqar terjemahan Faisal Saleh, puasa sunnah tetap sah jika niat dibaca siang hari dan ini jadi pendapat jumhur ulama, termasuk Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, Hudzaifah bin Yaman, Ibnu Abbas, Abu Hanifah, Ahmad dan Syafi'i.
Kebolehan membaca niat puasa sunnah di pagi atau siang hari selama mereka belum makan, minum atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Meski demikian, niat puasa lebih ideal dibaca sebelum fajar atau lebih awal saat malam hari agar tidak tergesa-gesa.
Disebutkan dalam buku Hebatnya Puasa Daud karya Hendra Zainuddin, berikut beberapa keutamaan mengamalkan puasa Daud.