βPromotor sekarang bukan hanya menghitung berapa banyak followers seorang artis atau seberapa besar streaming-nya. Mereka juga harus mempertimbangkan risiko reputasi,β ujarnya.
Menurut dia, kontroversi yang berpotensi memicu boikot, demonstrasi, kehilangan sponsor, atau mengganggu keamanan acara perlu diperhitungkan sebagai risiko.
Meski demikian, Aldo mengingatkan promotor agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tekanan di media sosial. Promotor perlu melakukan verifikasi fakta, menilai risiko, dan melihat konteks persoalan sebelum menentukan sikap.
βTidak semua ketidaksetujuan publik otomatis berarti sebuah artis atau event harus dibatalkan. Kita harus bisa membedakan antara kritik, tuntutan akuntabilitas, dan cancel culture,β katanya.