Selanjutnya, jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utama ekspor, nilai ekspor ke Amerika Serikat pada periode Januari sampai dengan Agustus 2026 tercatat sebesar 1.354,7 juta dolar AS atau terjadi kontraksi sebesar 9,87 persen, sebagai pendorong utama penurunan ekspor Jakarta.
Ekspor ke Filipina dan Malaysia juga mengalami penurunan yakni masing-masing 9,43 persen dan 6,36 persen, sehingga semakin mendorong penurunan ekspor pada periode kumulatif dari Januari hingga Agustus 2026.
"Meski demikian, jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, pada Januari sampai dengan Agustus 2025, ekspor ke Thailand dan Tiongkok telah terjadi peningkatan (57,15 persen dan 0,23 persen)," kata Kadarmanto.