NADIKABAR.COM — Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai ekspor kecap nasional periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai 18,81 juta dolar AS (setara Rp340,345 miliar).

Plt. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Deden Mohammad Fajar Shiddiq saat pembukaan Festival Jajanan Bango 2026 di Hutan Kota, Senayan, Jakarta, Sabtu, memaparkan pencapaian nilai perdagangan komoditas olahan tersebut ke luar negeri beserta rincian negara tujuannya.

"Nilai ekspor kecap senilai 18,81 juta dolar AS itu antara lain ke Australia 3,77 juta dolar AS, yang kedua ke Malaysia kurang lebih 3,3, kemudian ke Arab Saudi 1,74, ke Amerika Serikat 1,5, dan Belanda 1,2 juta dolar AS," kata Deden.

Tingginya angka pengiriman komoditas turunan kedelai itu ke wilayah Australia dipengaruhi oleh konsentrasi basis kependudukan warga negara Indonesia yang menempuh studi di sana.

"Jadi bisa kita lihat banyak diasporanya. Dan kalau banyak diaspora, berarti banyak restoran Indonesia yang ada di sana. Jadi kalau satu ke Australia itu dipastikan bahwa itu diasporanya adalah mahasiswa kita yang kuliah di Australia. Kurang lebih sekitar 150.000 seperti itu," kata Deden.