"Kita tahu bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kanker serviks, misalnya, dapat dicegah dan ditangani secara efektif apabila terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan rutin seperti pap smear," kata Novita.

Novita berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran perempuan untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

"Semoga semangat menjaga kesehatan ini tidak berhenti di ruangan ini saja, melainkan ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar kita," kata Novita.

Di akhir sambutannya, Novita kembali menyampaikan pesan kepada seluruh perempuan agar tidak menunda pemeriksaan dan mulai menjadikan kesehatan sebagai bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri dan keluarga.

"Jangan pernah ragu atau menunda untuk menyayangi diri sendiri. Menjaga kesehatan merupakan bentuk tanggung jawab dan kasih sayang terbesar kita kepada suami, anak-anak, dan keluarga," kata Novita.

Pentingnya edukasi dan pemeriksaan kesehatan juga disampaikan narasumber dari Yayasan Pemerhati Kanker indonesia (YPKI) Afina Putri Indriani.

Menurut Afina, pemahaman mengenai kanker serviks dan kanker payudara perlu terus diperkuat agar perempuan memiliki kesadaran untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini.

"Edukasi tentang kanker, khususnya kanker serviks dan kanker payudara, sangat penting karena pencegahan dan deteksi dini dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan lebih banyak perempuan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin," ucap Afina.

Afina berharap sosialisasi dan pemeriksaan pap smear gratis yang digelar PIRA tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia mendorong agar kepedulian terhadap kesehatan reproduksi menjadi bagian dari kebiasaan perempuan dalam menjaga kesehatan.