"Kami berharap kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan pap smear gratis ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Kesadaran untuk menjaga kesehatan reproduksi perlu menjadi bagian dari kebiasaan hidup perempuan, sehingga berbagai risiko penyakit dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin," kata Afina.

Menurut Afina, pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, mengetahui kondisi kesehatan sejak awal dapat membuka peluang untuk memperoleh penanganan yang sesuai apabila ditemukan adanya masalah kesehatan.

"Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Karena itu, kami mengajak para perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan dirinya," sebut Afina.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pembina PP PIRA Rani D Sutrisno. Ia berharap kegiatan positif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat terus dilakukan secara konsisten di bawah kepemimpinan Novita.

"Di bawah kepemimpinan Ibu Novita Wijayanti, saya berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan secara konsisten. Semoga PIRA semakin kuat, semakin kompak, dan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan manfaat serta kontribusi nyata," kata Rani.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis penyakit serviks, dan sekitar 21.000 di antaranya meninggal dunia. Artinya, hampir tiga dari lima wanita yang terkena kanker serviks kehilangan nyawanya.

Sedangkan terkait kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker terbanyak dan salah satu penyebab kematian utama akibat kanker pada wanita di Indonesia.

Statistik kasus di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), terdapat sekitar 65.000-68.000 kasus baru kanker payudara setiap tahunnya di Indonesia.

Sebanyak 70% pasien dideteksi dan datang ke fasilitas kesehatan sudah berada pada stadium lanjut (stadium akhir). Angka kematian akibat kanker payudara di Indonesia tercatat mencapai lebih dari 22.000 jiwa per tahun