Terkait hal ini, Teo menjelaskan NUS Business School akan meningkatkan upaya agar mahasiswa terlibat dalam menangani tantangan riil dunia usaha. Ia juga mengerahkan jejaring alumni untuk membawa persoalan-persoalan industri kembali ke lingkungan sekolah bisnis.
Tak hanya itu, NUS Business School juga mengembangkan pilar impact-driven yang menekankan riset dengan dampak nyata bagi bisnis, ekonomi, dan masyarakat.
Dalam hal ini, Teo mengatakan para dosen didorong untuk berfokus pada riset berbasis dampak. Menurut dia, jajaran dosen NUS Business School memiliki kapasitas untuk mendorong batas-batas pengetahuan.
Namun, ke depan, mereka juga diharapkan membawa hasil yang diperoleh dari riset tersebut kembali ke lingkungan lokal untuk menghasilkan dampak translasional yang nyata (translational impact).
“Ke depan, inilah cara saya memimpin sekolah ini. Saya ingin menyelaraskan riset, pengajaran, dan keterlibatan dengan industri sehingga ketiganya dapat saling menguatkan,” kata Teo.