Ia juga ingin para dosen lebih berorientasi ke luar (externally-facing) dengan memahami perkembangan dan tantangan yang dihadapi industri, meneliti tantangan tersebut melalui program riset, kemudian membawa hasilnya kembali ke ruang kelas untuk diajarkan kepada mahasiswa.

Menurut Teo, keterhubungan antara riset, pengajaran, dan praktik industri tersebut akan membentuk siklus berkesinambungan (continuous loop) yang dapat saling memperkuat dan membantu NUS Business School mencapai visi yang dituju.

Dalam konteks Indonesia, Teo mengatakan NUS Business School berkomitmen memperdalam keterlibatan dengan berbagai mitra di Indonesia, termasuk mendorong dosen dan mahasiswa berkolaborasi dengan berbagai universitas di Indonesia.

Ia juga ingin memperluas kerja sama dengan pelaku industri di Indonesia agar dosen dan mahasiswa dapat membawa pengetahuan serta keahlian mereka langsung ke lapangan dan mengembangkan riset berdasarkan persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha.

“Kami ingin membangun jaringan untuk membantu korporasi, para eksekutif, dan mahasiswa beroperasi di seluruh ASEAN, khususnya Indonesia, serta bekerja sama dengan perusahaan untuk menyediakan program pendidikan eksekutif bagi peningkatan keterampilan (upskilling),” kata Teo.