Ia menjelaskan saat ini, sistem kelistrikan Nusa Penida didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Suana berkapasitas 3,5 MWp dan BESS berkapasitas 1,8 MWh. Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tetap menjadi bagian sistem untuk mendukung keandalan pasokan listrik.

Melalui BESS, energi listrik yang dihasilkan PLTS saat produksi surya tinggi dapat disimpan untuk digunakan kembali ketika dibutuhkan.

Mekanisme tersebut memungkinkan energi surya tetap memberikan manfaat setelah matahari terbenam maupun ketika kebutuhan listrik meningkat.

Adapun Smart Microgrid berperan dalam mengatur pemanfaatan PLTS, BESS, dan PLTD berdasarkan kondisi pasokan serta kebutuhan listrik. Pengaturan terintegrasi tersebut memungkinkan sistem merespons perubahan produksi energi terbarukan yang dipengaruhi kondisi cuaca.