Bagi PLN UP2D Bali, pengalaman operasional di Nusa Penida menjadi pembelajaran dalam menghadapi meningkatnya penetrasi pembangkit berbasis energi terbarukan. Pengaturan sistem dituntut semakin responsif agar berbagai sumber energi dapat bekerja secara optimal sekaligus menjaga keandalan pasokan bagi pelanggan.

“Ke depan, tantangannya bukan hanya menghadirkan semakin banyak energi terbarukan, tetapi juga memastikan seluruh sumber energi tersebut dapat dikelola selaras dengan kebutuhan pelanggan dan kondisi jaringan. Nusa Penida memberikan pengalaman nyata bagi kami dalam mengintegrasikan PLTS, BESS, dan pembangkit eksisting melalui pengaturan yang lebih cerdas,” ujar Petrus.

Menurut dia, penerapan Smart Microgrid di Nusa Penida menunjukkan pengembangan energi bersih tidak hanya berkaitan dengan penambahan pembangkit energi terbarukan, tetapi juga kesiapan sistem dalam mengelola energi tersebut.

Integrasi PLTS, BESS dan pembangkit eksisting menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan energi terbarukan dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Nusa Penida.