Sementara itu, Co-Chair BEC Arsjad Rasjid menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas batas, lintas sektor, dan lintas komunitas untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Borneo, khususnya di bidang energi, konektivitas, transformasi digital, dan pengembangan industri terintegrasi.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi kawasan perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan perbaikan kesejahteraan.
BEC dirancang sebagai platform kolaborasi yang dipimpin sektor swasta dan bersifat inklusif, dengan mempertemukan kamar dagang, perusahaan, asosiasi industri, komunitas, serta pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Platform ini bertujuan mengidentifikasi dan mengembangkan peluang bisnis yang konkret agar potensi ekonomi Borneo dapat diwujudkan menjadi investasi, kemitraan usaha, dan kesempatan kerja.