Apalagi, kini ia telah duduk di kelas 6 SD dan mempersiapkan diri untuk kelulusan dan berharap bisa diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang ia idam-idamkan.

Ia berharap gempa bumi tak lagi terjadi di Manggarai maupun daerah-daerah lain di Flores.

“Semoga pemerintah dapat lekas memulihkan sekolah dan rumah-rumah kami agar kami kembali hidup dengan tenang dan belajar dengan baik,” kata Nayya.

Tristan dan Nayya tidak sendiri. Menurut data BNPB per 22 Oktober, ada 261.602 siswa dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB di NTT yang bernasib sama setelah gempa bumi memporakporandakan bangunan sekolah mereka dan bangunan lainnya.