Mereka sempat mengaku sebagai petugas provider yang sedang melakukan perbaikan tower, namun tak bisa menunjukkan surat tugas. Keduanya kemudian panik dan melarikan diri menggunakan mobil yang dibawanya.
"Saksi sempat mencatat nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku, yaitu B-2583-TRU. Dari informasi itu kemudian kami lakukan penelusuran terhadap kendaraan dan orang-orang yang menggunakan mobil tersebut," jelasnya.
Polisi menemukan kendaraan tersebut terdaftar pada perusahaan subkontraktor dan digunakan sebagai kendaraan operasional. Dari penggeledahan di rumah pelaku, petugas menemukan sejumlah perangkat yang diduga berkaitan dengan pencurian tower BTS.
Pelaku DSA juga sengaja menyewa sebuah rumah lain yang tak jauh dari rumahnya untuk digunakan sebagai tempat penyimpanan barang. Saat digeledah, polisi menemukan puluhan modul tower BTS dan belasan mesin Radio Receiver Unit (RRU).