Secara administratif, Kalurahan Madurejo terbagi menjadi 16 padukuhan. Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Lurah (Carik) Madurejo Hartoto Wahyudi, pada awalnya ada sembilan perangkat gamelan yang tersebar di setiap dusun. Namun, kondisinya tergolong usang dan tak terawat karena tidak pernah difungsikan.

"Dua tahun lalu, sekitar tahun 2024, Madurejo termasuk hampir punah gamelannya," kata Hartoto kepada NadiKabar pada 29 Oktober 2026.

Dari sekian banyak kelompok gamelan, hanya karawitan Madularas yang masih menabuhnya. Itu pun tak berlangsung secara rutin dan mayoritas anggotanya sudah berusia di atas 70 tahun.