Menurut Hartoto, kondisi tersebut menjadi keprihatinan bersama karena kelestarian kelompok seni karawitan di Madurejo kemungkinan akan terputus.

"Itu menjadi permasalahan di setiap desa bahkan secara nasional, karena surutnya kegemaran masyarakat, khususnya anak muda, terhadap budaya gamelan," ujarnya.

Berangkat dari keresahan tersebut, pengurus Desa Budaya Kalurahan Madurejo kemudian berinisiatif untuk menghidupkan kembali kelompok karawitan di setiap dusun. Perjuangan itu dimulai pada 2024 dengan pembuatan program pelatihan yang menyasar anak usia dini hingga dewasa.