Namun, tantangan terbesar bagi para perajin adalah mempertahankan keberadaan mainan tradisional di tengah semakin banyaknya mainan modern yang diproduksi secara massal.

Perkembangan teknologi membuat anak-anak kini memiliki begitu banyak pilihan permainan. Mainan dengan berbagai bentuk, suara dan fitur digital semakin mudah ditemukan. Kondisi tersebut membuat keberadaan mainan tradisional harus terus beradaptasi agar tidak ditinggalkan.

Suhendra menyadari hal tersebut. Karena itu, ia terus berupaya menciptakan bentuk-bentuk mainan yang menarik tanpa menghilangkan ciri khas tradisionalnya.

Menurutnya, mempertahankan mainan tradisional bukan berarti harus menolak perkembangan zaman. Justru kreativitas diperlukan agar mainan tradisional tetap memiliki tempat di tengah perubahan selera masyarakat.

Ia berharap keterampilan yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi di Blok Tegalan dapat terus bertahan. Tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi dirinya dan pekerja, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kerajinan masyarakat Desa Jamblang.

"Harapannya mainan tradisional ini tetap bertahan dan tidak kalah dengan mainan modern. Kami akan terus mencoba membuatnya menarik, tetapi nilai tradisionalnya tetap dipertahankan," tuturnya.

Di tengah derasnya arus industri mainan modern, Suhendra dan para perajin di Blok Tegalan membuktikan bahwa sesuatu yang dianggap limbah masih bisa memiliki kehidupan kedua.

Dari tangan-tangan terampil mereka, barang sisa berubah menjadi mainan, mainan berubah menjadi rupiah, dan tradisi yang nyaris terlupakan kembali menemukan ruang untuk terus hidup.