Keberagaman makhluk di alam juga menjadi bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 164:

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍ ۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan tim redaksi langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti."

Ayat tersebut mengajak manusia memperhatikan berbagai tanda kebesaran Allah SWT yang terdapat di alam semesta, termasuk keberadaan dan keberagaman makhluk hidup. Karena itu, kemunculan oarfish dapat menjadi salah satu fenomena alam yang mendorong manusia untuk bertadabur atas kebesaran Sang Pencipta.

Dalam berbagai kepercayaan, kemunculan oarfish kerap dihubungkan dengan gempa bumi. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk memastikan bahwa kemunculan oarfish dapat menjadi tanda akan terjadinya gempa.

Al-Qur'an juga mengingatkan manusia tentang kekuasaan Allah SWT atas bumi dan kemungkinan datangnya azab yang membuat bumi berguncang, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Mulk ayat 16: