أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ
"Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?"
Terlepas dari fenomena alam maupun respons hewan terhadap perubahan ekosistem, Al-Qur'an mengajarkan manusia untuk introspeksi diri (muhasabah). Apabila fenomena terdamparnya hewan laut disebabkan oleh perubahan iklim, pencemaran, atau kerusakan lingkungan, hal tersebut dapat menjadi pengingat bagi manusia untuk melakukan introspeksi atas dampak perbuatannya terhadap alam, sebagaimana termaktub dalam surah Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."