Selaras, Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann mengatakan AI dapat bermanfaat jika digunakan secara terarah.

Hasil PISA 2025 menunjukkan, siswa yang mengaku tidak menggunakan AI untuk menyusun teks tugas menulis memiliki prestasi lebih baik daripada mereka yang mengaku menggunakannya. Di sisi lain, siswa yang sering menggunakan AI untuk membantu mereka belajar tetapi diajari cara menilai kualitas informasi yang dihasilkan AI cenderung berprestasi lebih baik daripada mereka yang tidak menerima bimbingan serupa.

"Teknologi dan AI dapat memperkuat pembelajaran dan membantu mempersiapkan kaum muda untuk masa depan, tetapi hanya jika digunakan dengan tujuan yang jelas dan bukan sebagai pengganti perhatian, usaha, dan pemahaman," ucapnya.

Sementara itu, hasil PISA 2025 menunjukkan, prestasi siswa cenderung lebih buruk ketika menggunakan AI secara berlebihan atau ketika menggunakan perangkat untuk hiburan di sekolah.

Hasil survei tahun ini juga menunjukkan adanya gangguan digital bagi siswa di sekolah. Lebih dari seperempat siswa mengatakan, teman sekelas mereka terganggu oleh perangkat digital di sebagian besar atau setiap pelajaran sains.

Lebih lanjut, siswa yang dikelilingi oleh teman sekelas yang terganggu berprestasi lebih buruk, kurang terlibat dalam pembelajaran, dan merasa kurang terhubung dengan sekolah.