NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati bahwa generasi muda, yaitu milenial dan generasi Z, semakin memiliki minat yang besar dalam melakukan aktivitas investasi di pasar modal Indonesia.

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek (DPLE) OJK, Edi Broto Suwarno di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, memaparkan jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 31,14 juta Single Investor Identification (SID) berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Agustus 2026.

Dari sisi demografi, ia mengungkapkan sekitar 55,25 persen investor pasar modal Indonesia berusia 30 tahun ke bawah, yang apabila digabungkan dengan investor berusia 31-40 tahun, maka porsinya lebih dari 80,64 persen dari total jumlah investor di pasar modal Indonesia.

"Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia saat ini semakin dekat dengan generasi muda kita,” ujar Edi.

Dari sisi literasi, Edi menyoroti bahwa indeks literasi dan inklusi keuangan untuk kelompok usia 26 tahun sampai 35 tahun menempati posisi tertinggi, yaitu masing-masing 78,70 persen dan 96,27 persen, menurut data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Namun demikian, kondisi tersebut menunjukkan bahwa indeks literasi dan inklusi masyarakat di pasar modal Indonesia relatif belum tinggi, yang masing-masing mencapai 17,78 persen dan 1,34 persen.

Edi menilai pertumbuhan jumlah investor tersebut seharusnya diikuti dengan peningkatan kualitas pemahaman investor terhadap keuangan dan literasinya, yang mana hingga saat ini, OJK terus melakukan sosialisasi terpadu kepada investor pasar modal di beberapa daerah.

“Kami ada sosialisasi terpadu, memang untuk beberapa tempat yang jauh dari pusat kegiatan di bidang pasar modal, khususnya mungkin pemahamannya masih belum komprehensif, walaupun sudah melakukan investasi, terutama terkait produk baru itu masih perlu ditingkatkan,” ujar Edi.

Dalam kesempatan sama, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Umi Kulsum menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia, terutama dari kalangan generasi muda yang memanfaatkan platform digital.

Umi mengatakan bahwa peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko, serta keamanan dalam berinvestasi supaya masyarakat mampu mengambil keputusan secara rasional.

"Pertumbuhan jumlah investor harus berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan investor," ujar Umi.