Friderica mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menghafal jenis-jenis penipuan, tetapi juga memahami pola yang mendasarinya. Hal ini penting karena modus penipuan dapat berubah seiring perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan artifisial (AI) untuk meniru identitas atau penampilan seseorang.
βDengan AI ini, orang itu bisa menyerupai siapa saja, bisa menyerupai orang tua kita, anak kita, saudara kita, jadi sangat harus hati-hati,β ujarnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi dan memastikan keabsahan pihak yang meminta uang sebelum melakukan transaksi atau memberikan data pribadi.
Untuk memperkuat perlindungan konsumen, OJK juga mendorong sinergi melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal yang melibatkan OJK dan berbagai kementerian serta lembaga terkait.