NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah rekening investor pasar modal di Jawa Timur mencapai 3,5 juta hingga Agustus 2026, meningkat 69,93 persen secara tahunan, yang mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam investasi sekaligus pentingnya penguatan literasi dan perlindungan investor.

"Kinerja sektor jasa keuangan di provinsi itu yang tetap tumbuh dan resilien," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Horas V. M. Tarihoran dalam media gathering di Yogyakarta, Selasa.

Peningkatan jumlah investor tersebut diikuti dengan pertumbuhan nilai kepemilikan saham yang mencapai Rp138,169 triliun atau meningkat 25,6 persen, sedangkan penghimpunan dana melalui securities crowdfunding mencapai Rp69,83 miliar dengan 37 penerbit.

Perkembangan itu membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu instrumen pengembangan aset, sekaligus memperluas sumber pendanaan bagi dunia usaha terutama apabila didukung pemahaman yang memadai mengenai manfaat dan risiko investasi.