βPerpustakaan bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperluas edukasi keuangan sehingga masyarakat semakin mampu mengelola keuangan secara sehat serta mengenali produk dan layanan keuangan yang legal dan logis,β ucapnya.
Menurut dia, ToT merupakan langkah awal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Selanjutnya OJK dan Disperpusip menjajaki pemanfaatan perpustakaan desa sebagai Agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.
Pemanfaatan perpustakaan desa sebagai Agen Laku Pandai, kata dia, diharapkan dapat mendekatkan layanan keuangan dasar kepada masyarakat perdesaan, seperti menabung, melakukan penarikan uang, dan membayar tagihan. Dengan demikian masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan keuangan dasar.
βSebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan literasi masyarakat, OJK turut menyerahkan 17 buku edukasi keuangan kepada Disperpusip Kabupaten Natuna,β katanya.
Menurutnya, pemahaman tentang prinsip pengelolaan keuangan perlu dimiliki semua pihak agar keuangan dapat dikelola dengan baik dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi.