Namun demikian, pertumbuhan yang tinggi juga tercatat pada kredit kepada swasta lembaga keuangan (LK) sebesar 70,71 persen (yoy), sementara kredit kepada swasta non-LK tumbuh 23,87 persen (yoy).
Secara nominal, peningkatan kredit terbesar dibandingkan Juli 2025 justru berasal dari kelompok swasta non-LK, yaitu dengan kenaikan sebesar Rp346,6 triliun, dibandingkan peningkatan kredit kepada BUMN/BUMD sekitar Rp169,4 triliun.
Dengan demikian, meskipun BUMN/BUMD menjadi salah satu kelompok debitur yang turut mendorong pertumbuhan kredit Himbara, Dian mengatakan bahwa akselerasi kredit Himbara pada periode tersebut relatif tersebar pada beberapa kelompok debitur dan tidak semata-mata terkonsentrasi pada BUMN.